Fakultas Ilmu Budaya Gelar Rapat Akademik Awal Semester: Penguatan Kesiapan Perkuliahan dan Evaluasi Layanan
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas April menyelenggarakan Rapat Akademik Awal Semester sebagai langkah strategis dalam memastikan kesiapan pelaksanaan perkuliahan serta penguatan mutu layanan akademik. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen tetap, dosen tidak tetap, serta pejabat struktural di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya.
Rapat dibuka dengan sambutan Dekan yang menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga kualitas proses pembelajaran. Dalam arahannya, Dekan mengajak seluruh dosen untuk terus meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, serta konsistensi dalam menjalankan standar akademik yang telah ditetapkan Fakultas Ilmu Budaya.
Materi terkait jadwal awal perkuliahan dan administrasi perkuliahan disampaikan oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik. Dalam pemaparannya, dijelaskan secara rinci mengenai jadwal perkuliahan semester berjalan, ketentuan pelaksanaan pembelajaran, serta kelengkapan administrasi, termasuk penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang harus selaras dengan panduan teknis dan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan, agenda berikutnya adalah pemaparan hasil evaluasi perkuliahan semester sebelumnya oleh Ketua Program Studi. Hasil evaluasi kepuasan mahasiswa terhadap layanan perkuliahan dosen disampaikan secara terbuka sebagai bahan refleksi dan perbaikan bersama. Setelah pemaparan tersebut, rapat dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama seluruh peserta. Diskusi berlangsung dinamis, dengan berbagai masukan, klarifikasi, serta usulan perbaikan yang konstruktif guna meningkatkan efektivitas pembelajaran dan kualitas layanan akademik di semester mendatang.
Selain itu, kegiatan turut diisi dengan sesi
penguatan kapasitas dosen melalui pemaparan mengenai optimalisasi penyusunan
RPS berbasis dukungan teknologi oleh Ketua PPM. Dalam sesi ini disampaikan
pentingnya pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, secara bijak
dan proporsional sebagai instrumen pendukung dalam memperkaya referensi,
membantu sistematisasi perencanaan pembelajaran, serta meningkatkan efisiensi
kerja akademik. Ditekankan bahwa penyusunan RPS tetap berlandaskan pada
kompetensi, tanggung jawab akademik, serta pertimbangan profesional dosen
sebagai pengampu mata kuliah.
Melalui rapat
akademik ini, Fakultas Ilmu Budaya menegaskan komitmennya untuk terus
meningkatkan mutu pendidikan melalui perencanaan yang matang, administrasi yang
tertib, evaluasi berbasis umpan balik mahasiswa, serta adaptasi teknologi
secara bertanggung jawab.
Kegiatan ditutup
dengan penegasan kembali pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang
berkelanjutan antar unsur pimpinan dan dosen dalam menjaga kualitas akademik
Fakultas Ilmu Budaya.