Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas April (UNSAP) menyelenggarakan Workshop Reviu Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan penguatan relevansi kurikulum terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta tuntutan pemangku kepentingan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Juma’t 12 Juni 2026 bertempat di ruang rapat FIB UNSAP.

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Reviu Kurikulum FIB, perwakilan pejabat struktural, serta perwakilan dosen tetap prodi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya. Workshop menghadirkan narasumber dari English Studies Association in Indonesia (ESAI), asosiasi keilmuan yang menaungi pengembangan pendidikan dan kajian bahasa serta sastra Inggris di Indonesia.

Dalam pengantarnya, Kaprodi Sastra Inggris menegaskan bahwa peninjauan kurikulum merupakan agenda strategis untuk memastikan proses pendidikan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta perkembangan global yang semakin dinamis.

Workshop ini bertujuan memberikan pengayaan dan pendampingan kepada tim pengembang kurikulum dalam melaksanakan reviu kurikulum berbasis OBE, khususnya pada aspek-aspek fundamental yang menjadi dasar penyusunan kurikulum, yaitu visi program studi, profil lulusan, dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

Narasumber dari ESAI menekankan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum OBE sangat ditentukan oleh keterkaitan yang kuat antara visi program studi, profil lulusan, CPL, bahan kajian, hingga struktur mata kuliah. Kurikulum yang baik harus mampu menerjemahkan visi program studi menjadi kompetensi nyata yang dapat ditunjukkan oleh lulusan setelah menyelesaikan studinya.

Pada sesi diskusi dan pendampingan, peserta melakukan telaah terhadap rumusan profil lulusan yang telah direvisi berdasarkan hasil evaluasi diri, tracer study, masukan pengguna lulusan, alumni, asosiasi keilmuan, serta perkembangan kebutuhan dunia kerja. Profil lulusan tersebut kemudian dipetakan ke dalam CPL yang lebih spesifik, terukur, dan relevan dengan tantangan masa depan.

Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya prinsip constructive alignment, yaitu keselarasan antara CPL, mata kuliah, metode pembelajaran, dan sistem asesmen. Melalui pendekatan ini, setiap mata kuliah dirancang tidak hanya sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan kompetensi yang mendukung tercapainya profil lulusan.

Salah satu fokus utama dalam workshop ini adalah memastikan bahwa struktur kurikulum dan mata kuliah yang ditawarkan benar-benar berkontribusi terhadap pencapaian kompetensi lulusan yang telah dirumuskan. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki penguasaan akademik yang baik, tetapi juga memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia profesional dan perkembangan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Ilmu Budaya UNSAP menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kurikulum yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada capaian pembelajaran. Hasil dari proses reviu kurikulum ini diharapkan mampu memperkuat kualitas lulusan FIB sehingga memiliki daya saing yang tinggi serta mampu berkontribusi secara optimal di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Workshop ini sekaligus menjadi bagian penting dari budaya mutu berkelanjutan yang terus dikembangkan oleh Fakultas Ilmu Budaya dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, responsif terhadap perubahan, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.